Kurikulum

KURIKULUM



A. Pengertian
Kurikulum memiliki pengertian yang cukup kompleks, dan sudah banyak didefinisikan oleh para pakar, esensinya, kurikulum membicarakan proses penyelenggaraan pendidikan sekolah, berupa acuan, rencana, norma-norma yang dapat dipakai sebagai pegangan. 
Dalam arti sempit kurikulum ditafsirksn sebagai materi pelajaran, sedangkan menurut pengertian luas, kurikulum dikatakan sebagai keseluruhan program lembaga pendidikan. Spektrum di antara kedua kutub itu menafsirkan kurikulum sebagai perencana interaksi antara siswa dan guru untuk mencapai tujuan pendidikan (Miller and Seller, 1985:3).
Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nsional, kurikulum diartikan sebagai “seperangkat rencana dalam dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 
B. Fungsi
Kurikulum mempunyai tiga fungsi yaitu: 
1. Pedoman penyelenggaraan pendidikan pada lembaga pendidikan dalam rangka mencapai tujuan.
2. Batasan program kegiatan pembelajaran yang harus dilalkuan pada jenjang pendidikan, kelas, semester, dan
3. Pedoman guru dalam  melaksanakan pembelajaran sehingga terarah untuk mencapai tujuan.
C. Komponen 
1. Tujuan pemmbelajaran
2. Isi/bahan pembelajaran
3. Metode pembelajaran
4. Evaluasi pembelajaran
D. Jenis-jenis Kurikulum 
1. Separated Subject Curriculum
Kurikulum ini dipahami sebagai kurikulum mata pelajaran yang terpisah satu sama lainnya. Kurikulum mata pelajaran terpisah berarti kurikulumnya dalam bentuk pelajaran mata pelajaran yang terpisah-pisah yang kurang mempunyai keterkaitan dengan mata pelajaran lainya. Konsekuensinya, anak didik harus semakin banyak mengambil mata pelajaran.
2. Correlated Curriculum
Kurikulum jenis ini mengandung makna bahwa sejumlah mata pelajaran dihubungkan antara satu dengan yang lain sehingga ruang lingkup bahan yang tercakup semakin luas. Sebagai contoh, pada mata pelajaran fiqh dapat dihubungkan dengan mata pelajaran Al-Qur’an dan Hadits.
3. Broad Field Curriculum
Hilda Taba mengatakan bahwa “The broad fields curriculum is essentialy an effort to outomatization of curriculum by combining several specific areas large fields (The broad curriculum adalah usaha meningkatkan kurikulum dengan mengombinasi beberapa mata pelajaran). Sebagai contoh, sejarah, georgrafi, ilmu ekonomi, dan ilmu politik disatukan menjadi satu menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
4. Integrated Curriculum
Kurikulum terpadu merupakan suatu produk dari usaha pengintegrasian bahan pelajaran dari berbagai macam pelajaran. Integrasi diciptakan dengan memusatkan pelajaran pada masalah tertentu yang memerlukan solusinya dengan materi atau bahan dari berbagai disiplin atau mata pelajaran. 


OLeh: Siti Tri Ratnasari Agustin
NIM: 932507715
KAMPUS: IAIN KEDIRI

Komentar